Rabu, 02 Juni 2021 bertepatan dengan acara Latihan dan Konsultasi di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kembang Kuning. Ditengah pandemi wabah Covid-19, hari yang cukup cerah Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Padaringan III Desa Lok Batu Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan melakukan Panen padi sawah secara gotong-royong. Kegiatan panen secara gotong-royong diakui oleh Majidi selaku Ketua Kelompok Tani Padaringan III sudah dilakukan secara turun temurun atau sudah menjadi tradisi. Hal tersebut tidak lain bertujuan agar rasa kebersamaan antar anggota Kelompok Tani terus terjalin, sesuai dengan pepatah berat sama pikul ringan sama dijinjing. Selain itu sebagai manusia yang beragama, Alhamdulillah sudah sepatutnya kita selalu bersyukur kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat-Nya dalam hal ini diberi Nikmat Sehat, bisa mangatam (panen), Semoga kita dihindarkan dari Covid-19 pungkasnya. Disisi lain, setelah seminggu sebelumnya dijadwalkan untuk melakukan Ubinan padi sawah oleh Penyuluh Pertanian WKPP Lok Batu Haspian Suriyadi, SP dan Majidi Ketua Kelompok Tani (Petani Sampel Ubinan Padi Sawah). Sebelum melakukan Ubinan, terlebih dahulu diberi penjelasan singkat terhadap calon petani mengenai Ubinan Padi Sawah. Penjelasan singkatnya adalah sebagai berikut : Ubinan adalah cara untuk mengetahui perkiraan hasil panen tanaman padi dan palawija melalui penentuan sampel, pengukuran dan penimbangan hasil. Proses pengubinan hasil pertanian dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bersama-sama dengan Penyuluh Pertanian dan Mantri Tani Kecamatan. Berdasarkan rata-rata sampel hasil ubinan tersebut maka dapat diperkiraan hasil panen suatu daerah sesuai dengan komoditas yang telah diubin. Ukuran ubinan 2,5 m x 2,5 m, atau jika dihitung luasnya adalah 6,25 m2. Jika luas lahan di daerah tersebut yang ditanami sesuai dengan tanaman yang diubin 1 Ha, maka produksi tanamannya adalah hasil ubinan dikalikan dengan luas lahan dibagi luas ubinan. Misal : hasil rata-rata ubinan = 3,0 Kg Luas dengan tanaman yang sama = 1 Ha = 10.000 m2 Produksi = 3,0 x (10.000 m2 / 6,25m2)= 3,0x 1.600 = 4.800 Kg = 4,80 ton Sedangkan penentuan lokasi sampel ubinan dilakukan secara acak/random sampling menggunakan metode titik pangkal ubinan atau picing mata berdasarkan titik koordinat yang sudah ditentukan oleh pihak BPS. Alat dan bahan yang diperlukan untuk pengambilan sampel Ubinan sudah dipersiapkan oleh Penyuluh Pertanian. Setelah memberikan penjelasan singkat, selanjutnya dilaksanakanlah pengambilan Sampel Ubinan dilokasi milik Majidi dengan varietas Padi MAPAN dengan hasil sampel ubinan = 4,205 kg. Dari hasil ubinan tersebut diatas, didapatkan perkiraan produktivitas tanaman padi sawah baik yang menggunakan varietas unggul maupun varietas lokal. Produktivitas padi adalah produksi padi per satuan luas lahan yang digunakan dalam berusahatani padi. Produktivitas diukur dalam satuan ton per hektar (ton/ha). Hasil ubinan x jumlah ubin dalam satu hektar = 4,205 kg x 1.600 = 6.728 kg atau 6,728 ton/ha GKP. Hasil ubinan terbilang sudah cukup baik dibandingkan tahun sebelumnya ditengah iklim pancaroba dan pandemi wabah covid-19, akan tetapi jangan terlena sebab diwilayah lain masih ada produktivitasnya yang lebih baik. Tentunya tugas Penyuluh Pertanian masih belum berhenti untuk selalu memberikan motivasi dan adopsi teknologi terbarukan kepada petani demi tujuan peningkatan produktivitas khususnya padi agar Swasembada pangan berkelanjutan terus terjaga hingga nanti Konsep Ketahanan Pangan berubah menjadi Kedalaulatan Pangan. *sumber : liputan langsung Penulis : Haspian Suriyadi, SP (Penyuluh Pertanian WKPP Catur Karya Kecamatan Haruai) Editor : Rezki Setiadi Ramadhani, S.ST (Penyuluh Pertanian Ur. Programa BPP Kembang Kuning)