Loading...

Uji Coba Black Madras Untuk Pertama Kali Di Binamu

Uji Coba Black Madras Untuk Pertama Kali Di Binamu
Gapoktan Melati yang berdomisili di Kelurahan Empoang Utara kecamatan binamu yang diketuai oleh Drs Sulaeman Kitta yang juga merupakan mantan ketua KTNA ini bekerjasama dengan penyuluh pertanian empoang utara untuk menguji coba penanaman padi varietas Black madras. Padi varietas ini berasal dan dikembangkan dinegara Jepang. Secara morfologi, tanaman ini tidak berbeda jauh dengan jenis tanaman padi pada umumnya. Namun, jika dilihat secara fisiologinya tanaman ini memiliki warna daun yang unggu kehitaman yang tentunya jauh berbeda dengan warna daun tanaman padi umumnya. Saat pertama ditanam, daunnya memang berwarna hijau seperti benih padi biasa. Tapi setelah berumur dua minggu, batang dan daun tanaman padi ini mulai berubah menjadi ungu kecoklatan. Meski daunnya berwarna ungu, tetapi beras yang dihasilkannya pun tetap berwarna putih. Masa panen padi Black madras ini juga sama dengan padi varietas lainnya, begitu pula dengan perawatannya, tidak ada perlakuan yang khusus sama sekali. Salah satu kelebihan dari tanaman padi Black madras adalah tidak mudah terserang hama dan penyakit. para Petani meyakini bahwa padi Black madras memiliki ketahanan terhadap hama wereng. Hama wereng enggan menyerang padi tersebut karena aroma dan ketidaktertarikannya terhadap warna daunnya yang lain dari padi biasa. Selain itu, padi Black madras juga tahan terhadap hama burung. Hal tersebut mungkin disebabkan karena warna daun yang ungu tua dan daun benderanya yang tegap sehingga melindungi malai dari serangan burung. Hama tikus pun juga tidak mau mendekat, terbukti dari beberapa petak sawah lain dapat terserang hama pengerat tersebut, sementara padi Black madras selamat dari gangguannya. Selain tahan terhadap beberapa jenis hama, padi Black madras ternyata juga tahan terhadap penyakit kresek (hawar daun bakteri). Ditanam pada luas 0,01 ha / 1 are dengan cara tandur jajar ini ditanam pada tangga 20 juni 2020 dan panen pada tanggal 21 september 2020 ini terbilang berhasil untuk berpotensi untuk dibudidayakan di Kabupaten Jeneponto, namun belum bisa untuk dikembangkan skala besar karena belum ada izin untuk padi jenis varietas black madras ini. JUMRIANI RASYID, SP (PPL EMPOANG UTARA)