Oleh : Jamaluddin, SP PP Programma BPP Muara Uya Kelompok Tani Setia Bakti Desa Nalui merupakan salah satu poktan yang berusahatani di bidang pertanian khususnya padi sawah. Luas areal sawah yang dimiliki yaitu 30 ha. Kelompok hamparan ini diketuai oleh bapak Ibrahim. Pada hari Rabu tanggal 31 Maret 2021 kelompok tani Setia Bakti melakukan pengubinan padi sawah IF 16 yang bertempat di lahan Bapak Sahlani (biasa disapa bapak Lani), bersama dengan Penyuluh setempat bapak Kaspul Anwar, Mantri Tani (bapak Asriyadi), PP Programma (Bapak Jamaluddin), dan Bapak Camat yaitu bapak Suwandi. Padi IF 16 ini merupakan padi galur yang masih dilakukan uji coba adaptasi di Kecamatan Jaro. Selain IF 16, ada juga jenis padi galur lainnya yang diuji cobakan di Kecamatan Jaro yaitu Siam-Siam, IF 17, Trisakti, MCR, MR 219 dan BY 208. Padi jenis galur ini masih digunakan untuk kalangan sendiri. Padi yang ditanam bapak Lani yaitu jenis IF 16 dan IF 17. Penanaman dilakukan pada tanggal 28 Desember 2020 dan panen dilakukan pada tanggal 31 Maret 2021. Jadi umur panen kurang lebih 3 bulan sejak tanam (93 HST), dan penyemaian dilakukan umur 20 HSS. Menurut bapak Lani, tangkai malai IF 16 lebih panjang dari jenis varietas padi yang biasanya. Rumpun tanaman kurang lebih 20 batang dengan rumpun batang yang gemuk-gemuk. Bulir padi gemuk dan bentuknya agak bulat. Pada pengubinan padi IF 16 dengan luas ubinan 2,5 m x 2,5 m diperoleh berat ubinan 10 kg. Sampel ubinan yang kedua dengan luas yang sama diperoleh berat ubinan 7,57 kg. Sehingga diperoleh berat ubinan rata-rata yaitu 8,785 kg. Jika dikalkulasi dalam satuan hektar maka diperoleh yaitu 8,785 x 1600 = 14 ton GKP. Jika dikalkulasikan gabah kering panen (GKP) ke gabah kering giling (GKG) maka diperoleh 14 ton x 80% = 11, 2 ton/ ha. Jadi diperkirakan hasil panen padi IF 16 mencapai 11,2 ton/ha. Sehingga potensi hasil panen padi jenis ini cukup tinggi dibandingkan dengan padi jenis varietas yang sudah biasa ditanam seperti ciherang, mekongga, inpari, dll. Menurut bapak Lani, dari segi serangan hama dan penyakit tanaman ini sama saja dengan varietas-varietas unggul yang sudah biasanya ditanam disini. Maka dari itu perlu adanya percobaan uji adaptasi berbagai macam jenis tanaman padi untuk meningkatkan hasil panen. Untuk rasa nasi kami belum mengetahui ungkap beliau karena baru pertama kali menanam varietas jenis ini. Namun dari segi produksi , varietas galur ini cukup meningkatkan hasil panen. Mudah-mudahan padi galur ini nanti dapat beradaptasi di Kecamatan Jaro dan dapat diusulkan menjadi varietas-varietas unggul baru dan dapat disertifikasi sehingga dapat disebarluaskan benih tersebut. BPP Muara Uya, Distan Tabalong