Setahun terakhir ini BPP Kecamatan Karanganyar melakukan koordinasi yang cukup intens dengan pihak produsen petrokimia, komunikasi ini menghasilkan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi para petani yang berupa “Uji Tanah”. Tidak hanya 1 kali, akan tetapi kegiatan ini dapat terlaksana sampai 4 kali di 4 desa dan atau 4 poktan yang berbeda, antara lain : di Desa Karanganyar (bertempat di UD Dian Subur), pada 13 Oktober 2021 Poktan Sida Karya desa Kalijaran (sekretariat poktan Sida Karya), pada 10 Maret 2022 Poktan Makmur Tani desa Kaliori (sekretariat poktan Makmur Tani), pada 22 Juni 2022 pagi Poktan Ngudi Rahayu II desa Karanggedang (Balai Desa Karanggedang) pada 22 Juni 2022 siang/ sore. Peserta terdiri dari unsur PPL se BPP, KPL se BPP, perangkat desa dan sebagian pengurus serta anggota poktan di desa tersebut. Antusias peserta cukup tinggi, hal ini terlihat dari antusias anggota poktan membawa sampel tanah untuk di uji. Tercatat ketika pelaksanaan di desa Karanganyar ada 9 sampel, di desa Kalijaran 10 sampel, Kaliori 8 sampel dan di desa Karanggedang 10 sampel tanah yang mengakibatkan tidak semua sampel dapat langsung di dapatkan hasil uji pada hari itu juga, sehingga hasil sampel yang lain dikirim oleh tim petro pada hari berikutnya. Uji tanah yang dilakukan oleh tim petro meliputi pemeriksaan kandungan unsur N, P dan K serta ketersediaan kandungan organik, selain itu juga pengukuran kadar pH tanah. Secara umum ketika sampel –sampel tanah tersebut di uji kadar N, P dan K hasil rata – ratanya sedang dan rendah tergantung kondisi tanah (terdapat tanaman atau tidak/ umur tanaman). Sedangkan rata – rata pH tanah hasilnya agak asam sehingga disarankan tim petro kepada para peserta untuk ada perlakuan berupa penambahan kapur pertanian atau kapur dolomit untuk mencapai pH netral. Hasil kandungan bahan organik pada rata – rata sampel adalah rendah, hal ini dapat dimaklumi karena kebiasaan mayoritas petani yang “relatif” lebih suka menggunakan pupuk kimia atau pemanfaatan limbah pertanian berupa jerami dan penerapan feses ternak yang tidak atau jarang dilakukan. Petrokimia selama beberapa tahun ini juga selalu ada setidaknya ada demplot yang berlokasi di wilayah BPP Kec Karanganyar baik demplot tanaman padi sawah maupun jagung, bahkan demplot padi yang berlokasi di poktan Agro Makmur desa Banjarkerta baru saja panen tanggal 7 April 2022 (tanam 29 Desember 2021) dengan hasil yang cukup memuaskan. Sedangkan tahun ini terdapat demplot tanaman jagung yang berlokasi di poktan Makmur Tani desa Kaliori, penyerahan sarana prasarana dilaksanakan setelah uji tanah selesai. Diharapkan dengan penerapan pupuk berimbang nantinya produksi jagung pada lahan demplot juga dapat optimal sehingga dapat di tiru dan diterapkan oleh anggota poktan yang lain. BPP Kec Karanganyar akan tetap koordinasi dan komunikasi agar kerjasama yang baik dengan petro dapat terus berlangsung kedepannya, untuk peningkatan wawasan dan pengetahuan para petani terhadap keadaan tanah yang dikelola. Diharapkan sedikit demi sedikit dapat membangun pemahaman dan kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya penerapan pupuk berimbang dan penggunaan pupuk organik sebagai pembenah tanah pada awal pengolahan lahan. Pemanfaatan limbah pertanian dan feses ternak untuk lahan pertanian terutama sawah oleh petani semakin meningkat, pembakaran jerami sisa panen juga semakin sedikit dilakukan sehingga dapat menjaga ekositem dan kesehatan tanah yang berimbas semakin meningkatkan produksi dengan kualitas yang lebih sehat. Amiin Oleh : Rangga Aditya, Penyuluh Pertanian Lapangan BPP Kec. Karanganyar