Loading...

Upaya Kabupaten Bone Menjadi Lumbung Pangan Nasional

Upaya Kabupaten Bone Menjadi Lumbung Pangan Nasional
Pertanian telah menjadi tiang utama kegiatan ekonomi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Produksi tanaman pangan terutama padi selalu surplus. Sentra penghasil padi berada di Kecamatan Kahu, Barebbo, Sibulue, Bengo, Salomekko, Tonra, Awangpone, Ajangngale, Dua Boccoe, dan Cina. Muhammad Basri S.P, penyuluh utama pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Bone menjelaskah bahwa kabupaten ini sudah memenuhi lumbung pangan, karena tanaman pangan seperti padi, jagung dan lainnya sudah surplus. “Khusus di Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, tahun kemarin kita prediksikan bahwa sekali panen padi bisa mencapai 6 ton dengan luas lahan persawahan kisaran 3000 lebih hektare. Terdiri dari 12 desa satu kelurahan,” ujar Basri kepada SariAgri.id Untuk meningkatkan produksi pertanian, Pemerintah Kabupaten Bone telah memberikan bantuan alat pertanian ke beberapa kelompok tani di Kecamatan Cina. Salah satunya adalah hydraulic ram pump yaitu pompa air yang dijalankan dengan tenaga air untuk membantu pengairan di areal pesawahan. Muhammad Basri yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Desa Cinennung periode 1995-2008 ini mejelaskan, pompa ini dipasang di dekat sumber air hingga bisa mengairi area persawahan. Pompa ini bisa membantu mengairi sawah hingga seluas enam hektare, dengan head pump (ketinggian) sekitar 10-15 meter.“Untuk persawahan hanya menanam padi. Apabila sudah panen di musim hujan dilanjutkan lagi penanaman padi di musim kemarau. dengan pompa ini, produksi pertanian di Kabupaten Bone terus berjalan sepanjang tahun, tanpa terkendala musim kemarau. Sehingga kami bisa panen dua kali dalam setahun,"jelasnya. Kabupaten Bone merupakan kabupaten yang terluas di Sulawesi Selatan. Tak heran jika luas lahan pertaniannya pun luas sehingga menjadikan Bone sebagai produsen beras tertinggi di Sulsel dan menempati tingkat ketujuh di tingkat nasional. Kabupaten Bone juga memiliki potensi besar pada sektor pertanian khususnya tanaman pangan. Selain tanaman padi, tanaman pangan lainnya yang menjadi primadona Kabupaten Bone adalah jagung, kedelai, ubi, kacang tanah, ubi kayu atau singkong serta jambu mete, sedangkan tanaman perkebunan adalah tebu, kakao, dan kelapa. Bahkan, di Bone telah beridiri dua pabrik gula, yakni Pabrik gula Bone daan Pabrik Gula Camming. Berdasarkan hasil produk pertanian berupa umbi-umbian, di Kabupaten Bone diperoleh provitas 8.5 ton/ hektare, dan untuk produksi padi 2019 hingga April 2020 mencapai 1.543.684 ton. Diketahui, lahan sawah petani di Kabupaten Bone terdiri atas sawah irigasi seluas 42.000 hektare, tadah hujan 70.159 hektare, rawa pasang surut 5.479 hektare, dan rawa lebak seluas 924 hektare. Untuk produksi padi dari awal 2019 hingga April 2020 mencapai 1.543.684 ton. (Admin BPP Sibulue)