Loading...

Upaya P4S Sanderiana Orchid Melestarikan Varietas Unggul Anggrek dengan Kultur Jaringan

Upaya P4S Sanderiana Orchid Melestarikan Varietas Unggul Anggrek dengan Kultur Jaringan
Kultur jaringan, sebuah teknik perbanyakan varietas tanaman yang dapat dilakukan setiap waktu, kini semakin diminati banyak pihak. Bahkan kini menjadi upaya untuk turut melestarikan varietas unggul anggrek yang ada di Kota Depok. Seperti yang dilakukan oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sanderiana Orchid melalui Laboratorium Kultur Jaringannya yang terletak di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Berbagai fasilitas lengkap tersedia mulai dari Laboratorium Anggrek, green house, aneka peralatan serta ruangan pertemuan, ruangan untuk proses tahapan kultur jaringan, asrama penginapan dan teknisi yang berpengalaman,” kata Ketua P4S Sanderiana Orchid, Yanti Safitri, Rabu (9/6/2021). “Kegiatan yang dilakukan pada Lab. Kultur Jaringan tersebut meliputi kegiatan penelitian, kegiatan rutin, wisata flora dan pelatihan dasar kultur jaringan. Selain itu, Laboratorium kultur jaringan juga menyediakan layanan untuk mahasiswa magang/penelitian," tambahnya. Sementara itu, Penanggung jawab Lab. Kultur Jaringan di P4S Sanderiana Orchid, Wuryan Wijayanti menerangkan, varietas anggrek yang dikembangkan di sini antara lain Dendrobium sp, Cattelya sp, Phalaenopsis sp atau anggrek bulan, dan anggrek hasil silangan lainnya. “Materi pelatihan dasar kultur jaringan yang diberikan mulai pengenalan alat dan bahan laboratorium, pembuatan media dengan jenis-jenis anggrek yang berbeda-beda, inisiasi, subkultur, aklimatisasi, teknik penyilangan anggrek dan teknik perawatan anggrek. Karena masih situasi Pandemi Covid-19, Pelatihan Budidaya Tanaman Anggrek diatur sedemikian rupa dan dilaksanakan baik secara online (virtual) maupun offline (hadir langsung),” ujarnya. Wuryan berharap para peserta pelatihan nantinya bisa memperkenalkan teknik kultur jaringan yang diperoleh selama pelatihan, kemudian mengembangkan lebih lanjut sehingga mampu memenuhi kebutuhan bibit di daerah mereka masing-masing. “Hasil siap sebar kultur jaringan ini memang agak lama, anggrek mencapai 3-4 tahun. Namun dengan teknik kultur jaringan kita bisa memperbanyak hingga ribuan jumlahnya," tambahnya. Wuryan juga menjelaskan bahwa P4S Sanderiana Orchid dirintis sejak tahun 1980-an oleh almarhum ayahnya, Ir. Kamijono selaku pelaku usaha anggrek. Pada tahun 1991 hasil penyilangan anggrek oleh ayah saya, salah satunya diresmikan oleh Bapak Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Admodarminto bernama Dendrobium Jakarta Molek, dan pada tangggal 1 November 1991 Dendrobium Jakarta Molek dilombakan di tingkat nasional dan keluar sebagai Juara Pertama. Tahun 1992 kami sekeluarga mulai mengembangkan anggrek, mula-mula dengan lahan 200 m2 kemudian menambah luas kebun bibit hingga sekarang menjadi 3000 m2. Di tahun 1993, kami kembali menemukan lagi varietas anggrek baru yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Bapak Surjadi Sudirja yang diberi nama Dendrobium Jayakarta dan kedua varietas tersebut sudah beradaptasi di Sanderlis London, Inggris. Pada tahun 1994 kedua varietas tersebut dilombakan di Asean Orchid di Philipina dengan hasil Dendrobium Jakarta Molek keluar sebagai Juara I dan terpilih Sebagai The Best Cut Flower, sementara Dendrobium Jayakarta sebagai Juara III. Ditempat terpisah Ketua KTNA Kecamatan Bojongsari, Zaelani menyampaikan bahwa potensi anggrek di Indonesia cukup besar, bahkan di Kalimantan, Papua, Sulawesi, ada anggrek yang tumbuh secara alami di hutan-hutan. Anggrek paling cocok hidup di daerah dengan suhu agak dingin dan asri. Sebelumnya Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin pada saat kunjungannya ke P4S Sanderina Orchid menyampaikan P4S juga dapat menjadi pusat tumbuhkembangnya para pengusaha pertanian milenial, dengan sentuhan teknologi dan daya kreasi, serta potensi yang dimiliki P4S. “P4S juga bisa menjadi role model bagi petani-petani lain dalam membangun bisnis pertaniannya, karena P4S telah banyak melahirkan pengusaha-pengusaha muda pertanian,” pungkasnya.