Agroekosistem utama produksi kedelai di Indonesia adalah lahan sawah, hampir 60% produksi kedelai di usahakan di lahan sawah. Penanaman kedelai di lahan sawah jatuh pada musim kemarau 1 (MK 1) dan MK 2. Pada kondisi demikian, budidaya kedelai seringkali menghadapi risiko gagal panen karena faktor kekeringan. Di Indonesia peruntukan utama kedelai berkulit biji hitam (kedelai hitam) adalah untuk bahan baku kecap. Di negara lain seperti di Cina, Taiwan, Korea, Jepang, kedelai hitam telah digunakan menjadi beraneka ragam olahan pangan; seperti burger, es krim dan sebagainya. Penggunaan kedelai hitam untuk bahan baku kecap tidak hanya meningkatkan kualitas warna kecap menjadi coklat hitam, juga meningkatkan nilai gizi terutama protein. Di samping itu, pada kedelai hitam telah teridentifikasi enam senyawa antioksidan yaitu flavonol, isoflavon, anthosianin, proanthosianidin, tokoferol, dan asam polikarbosilik, yang berfungsi sebagai agen antitumor dan senyawa pencegah penyakit kardiovaskular. Detam 3 Prida merupakan hasil seleksi dari persilangan antara galur W9837 dengan varietas Cikuray. Potensi hasil bijinya tinggi, hingga 3,15 t/ha (rata-rata 2,88 t/ha), berumur genjah (75 hari), ukuran bijinya 11,8 g/100 biji dan agak toleran kekeringan. Sedangkan Detam 4 Prida diseleksi dari persilangan antara galur W9837 dengan galur 100H-236 dengan potensi hasil bijinya mencapai 2,89 t/ha (rata-rata 2,54 t/ha), umur masakanya 76 hari, ukuran bijinya 11 g/100 biji, toleran kekeringan pada fase reproduktif, berumur genjah, agak tahan hama pengisap polong dan juga agak tahan terhadap penyakit karat daun. Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida dapat dikembangkan sebagai salah satu alternatif mengatasi perubahan iklim, khususnya kekeringan, yang dapat dikurangi kerugian hasil bijinya melalui varietas kedelai berumur genjah, dan atau kedelai berumur genjah serta toleran kekeringan, khususnya pada periode terkritis yakni fase reproduktif. Masing-masing galur tersebut diberi nama Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida (Detam = kedelai hitam; Prida = Program Insentif Riser Dasar).Di era perubahan iklim, varietas kedelai hitam berumur genjah bernilai strategis. Jenis ini lebih toleran terhadap kekeringan dan hama melalui mekanisme escape (terhindar) serta meningkatkan indeks pertanaman (IP). Hingga saat ini pemerintah telah melepas lebih dari tujuh varietas kedelai hitam dengan umur masak 82-95 hari, dan belum ada yang berumur genjah (kurang dari 80 hari). Dalam kondisi perubahan iklim, penanaman varietas genjah diperlukan untuk menghindarkan tanaman dari ancaman kekeringan. Dari pengujian yang telah dilakukan di 16 sentra produksi kedelai menunjukan varietas Detam 3 prida mampu berproduksi 2,88 t/ha, lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Mallika (2,64 t/ha) dan Detam 1(2,66 t/ha), varietas kedelai hitam sebelumnya. Varietas Detam 4 Prida berdaya hasil 2,54 t/ha, lebih tinggi bila dibandingkan dengan varietas Mallika.Selain super genjah, varietas Detam 4 Prida juga toleran terhadap kekurangan air hingga 50% dari air tersedia. Toleransinya terhadap kekeringan berkaitan dengan sistem perakarannya yang baik dan mampu mengekstrak air lebih banyak pada kondisi kekurangana air, efisien dalam penggunaan air, dan partisi fotosintat ke biji tinggi. Protein kecap dari varietas Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida lebih baik daripada varietas Mallika, rendeman kecapnya masing-masing 835% dan 812%, sedangkan rendeman kecap dari varietas Detam 1 adalah 910% dan Mallika 842%. Tingkat kecerahan kecap dari varietas Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida lebih baik daripada varietas Detam 1 dan varietas Mallika. Varietas kedelai umur genjah dan tahan kering merupakan karakter varietas yang dapat menjawab tantangan kekeringan akibat dari pemanasan global. Sumber : 1. http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/1355-detam-3-prida-dan-detam-4-prida-kedelai-hitam-berumur-genjah.html. 2. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vo. 35 No.6 sanggupTahun 2013. 3. http://sains.kompas.com/read/2012/08/14/16263155/Kedelai.Hitam.Berumur.Genjah.Tahan.Kering Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id