Loading...

VARIETAS PADI UNGGUL TAHAN HAMA WERENG BATANG COKLAT

VARIETAS PADI UNGGUL TAHAN HAMA WERENG BATANG COKLAT
Wereng Batang Coklat Nilaparvata Lugent Stal menjadi salah satu hama yang menakutkan para petani. Hama ini memiliki kemampuan berkembangbiak yang sangat tinggi, selama hidupnya seekor wereng betina mampu memproduksi 900 butir telur. Tanaman padi yang terserang hama wereng coklat menyebabkan warna daun dan batang menjadi menguning, kemudian berubah menjadi coklat, dan akhirnya seluruh tanaman mengering seperti disiram air panas. Vereng coklat juga merupakan seranga penular (vektor) virus kerdil hampa dan kerdil rumput yang dapat menginfeksi tanaman padi hingga 100%.Badan Litbang Pertanian telah melepas beberapa varietas unggul padi tahan wereng batang cokelat, antara lain Inpari 18, Inpari 19, Inpari 31, Inpari 33, Inpari 34 Salin Agritan, dan Inpari 35 Salin Agritan.Dengan ditemukannya beberapa varietas unggul padi tahan wereng batang coklat, maka para petani yang sawahnya endemik dengan hama wereng ini dapat bernafas lega karena dengan menggunakan salah satu dari varietas unggul tersebut tanpa pengendalian, hama yang berbahaya ini dapat menggagalkan panen padi. Pengendalian dengan insektisida terbukti merusak lingkungan dan memicu ledakan serangan. Penyebab berkembangnya hama wereng cokelat antara lain perubahan biotipe dan penanaman varietas rentan. Varietas Inpari 18, mampu berproduksi hingga 9,5 t/ha dengan rata-rata 6,7 t/ha, umur genjah 102 hari, tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 18%. Selain tahan hama wereng cokelat biotipe 1, 2, dan agak tahan biotipe 3, Inpari 18 juga tahan penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan agak tahan patotipe IV. Padi unggul ini cocok dikembangkan pada lahan sawah irigasi dan tadah hujan dengan ketinggian tempat 0-600 m dari permukaan laut (dpl).Varietas Inpari 19 , memiliki potensi hasil 9,5 t/ha dengan rata-rata 6,7 t/ha, umur genjah 104 hari, tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 18%, tahan terhadap hama wereng cokelat biotipe 1, 2, dan agak tahan biotipe 3, padi unggul ini juga tahan penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan agak tahan patotipe IV. Inpari 19 sesuai ditanam pada lahan sawah irigasi dan tadah hujan dengan ketinggian lokasi pengembangan 0-600 m dpl.Varietas Inpari 31 , berpotensi hasil 8,5 t/ha dengan rata-rata 6,0 t/ha, umur 112 hari, tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 21,1%, tahan terhadap hama wereng cokelat biotipe 1, 2, dan 3, padi unggul baru ini juga tahan penyakit hawar daun bakteri patotipe III, tahan penyakit blas ras 033, dan tahan penyakit tungro ras Lanrang. Inpari 31 cocok dikembangkan pada lahan sawah dataran rendah sampai ketinggian lokasi 600 m dpl.Varietas Inpari 33, mampu berproduksi 9,8 t/ha dengan rata-rata 6,6 t/ha, umur 107 hari, tekstur nasi sedang dengan kadar amilosa 23,4%, tahan terhadap hama wereng cokelat biotipe 1, 2, dan 3, padi unggul baru ini juga tahan penyakit hawar daun bakteri protipe III, dan tahan penyakit blas ras 073. Inpari 33 sesuai dikembangkan pada lahan sawah dataran rendah sampai ketinggian lokasi 600 m dpl dan tidak dianjurkan ditanam pada lahan sawah endemik penyakit tungro.Varietas Inpari 34 Salin Agritan , berumur genjah 102 hari dengan potensi hasil 8,1 t/ha, rata-rata 6,0 t/ha, tekstur nasi agak pera dengan kadar amilosa 22,8%, tahan terhadap hama wereng cokelat biotipe 1, varietas unggul baru ini juga tahan penyakit blas ras 033 dan 173, toleran salinitas, dan dapat dikembangkan pada lahan sawah dataran rendah sampai ketinggian lokasi 500 m dpl.Varietas Inpari 35 Salin Agritan, berpotensi hasil 8,3 t/ha, umur 106 hari, tekstur nasi agak pera dengan kadar amilosa 24%, agak tahan terhadap wereng cokelat biotipe 1, padi unggul baru ini juga tahan penyakit blas ras 073, dan tidak dianjurkan ditanam pada lahan sawah endemik tungro.Oleh : Lilik Winarti/ mblilikwinarti@gmail.comSumber : Badan Litbang Pertanian, Padi Unggul Baru Tahan Hama Wereng Batang Cokelat 2015, Jakarta.