Tanaman kedelai (Glycine max L.) termasuk famili Leguminoceae yang berasal dari Manshuko Cina, Kemudian menyebar sampai ke Jepang, Korea, Asia Tenggara, dan Indonesia. Penyebaran kedelai pertama kali di Indonesia yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Lampung, Sumatera Selatan, dan Bali.Tanaman kedelai salah satu komoditas tanaman pangan terpenting ketiga di Indonesia setelah padi dan jagung. Kedelai berperan sebagai sumber protein nabati yang sangat penting dalam rangka peningkatan gizi masyarakat karenaaman bagi kesehatanTanaman kedelai dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan tempe, tahu, tauco, kecap, dan sebagai campuran makanan ternak. Tepung kedelai merupakan bahan baku untuk pembuatan susu, keju, roti, kue dan lain-lain.Varietas merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam usaha pengelolaan teknik budidaya tanaman. Pemilihan varietas memegang peranan penting dalam budidaya kedelai, karena untuk mencapai tingkat produkstivitas yang tinggi sangat ditentukan oleh potensi genetiknya A. Varietas Unggul dilihat dari umur sebagai berikut : a) Varietas Unggul Umur Genjah Varietas kedelai yang berumur genjah (< 80 hari) antara lain : 1).Gepak Ijo 76 hari,2). Gepak Kuning 73 hari, 3). Grobogan 76 hari,4). Baluran 80 hari,5). Argomulyo 80 hari, 6). Leuser 78 hari, 7) Malabar 70 hari. b) Varietas kedelai umur sedang (81-89 hari) antara lain :1). Burangrang 82 hari, 2). Sinabung 88 hari, 3). Kaba 85 hari,4). Tanggamus 88 hari, 5). Sibayak 89 hari,6). Lawit 84 hari,7). Menyapa 85 hari,8).Ijen 83 hri, 8).Panderman 85 hari, 9). Rajabasa 85 hari, 10). Gumitir 81 hari, 11). Argopuro 84 hari, 12). Detam-1 84 hari, 13) Detam-2 82 hari. C) Varietas kedelai umur dalam (90> hari) antara lain : 1). Arjasari 98 hari,2). Seulawah 93 hari,3). Merubetiri 95 hari,4). Anjasmoro 92 hari, 5). Mahameru 94 hari,6). Nanti 91 hari, 7). Manglayang 92 hari,8). Ratai 90 hari B. Varietas Unggul dilihat dari biji sebagai berikut ; a) Varietas Unggul Biji Besar antara lain : Grobogan (18 g/100 biji), Arjasari (19,2 g/100 biji), Argopuro (17,80 g/100 biji), Gumitir (15,75 g/100 biji), Rajabasa (15 g/100 biji), Panderman (18 g/100 biji), Baluran (15 g/100 biji), Anjasmoro (15,3 g/100 biji), Mahameru 16,5 g/100 biji), Burangrang (17 g/100 biji), Detam-1 (14,84 g/100 biji) dan Argomulyo (16,0 g/100 biji). b) Varietas Unggul Biji Sedang antara lain : Detam-2 (13,54 g/100 biji), Ratai (10,5 g/100 biji), Ijen (11,23 g/100 biji), Merubetiri (13 g/100 biji), Lawit (10,5 g/100 biji), Sibayak (12,5 g/100 biji), Nanti (11,5 g/100 biji), Tanggamus (11,0 g/100 biji), Kaba (10,37 g/100 biji), dan Sinabung (10,68 g/100 biji). c) Varietas Unggul Biji Kecil antara lain : Gepak Ijo (6,82 g/100 biji), Gepak Kuning (8,25 g/100 biji), Seulawah (9,5 g/100 biji), dan Menyapa (9,1 g/100 biji). C. Varietas unggul baru yang adaptif pada lahan kering masam antara lain : 1).Varietas Tanggamus dengan potensi hasil 2,8 t/ha, tahan rebah, dan tidak mudah pecah, 2). Varietas Nanti dengan potensi hasil 2,50 t/ha, tahan rebah, dan tidak mudah pecah, 3). Varietas Ratai dengan potensi hasil 2,70 t/ha, dan agak tahan rebah, 4). Varietas Seulawah dengan potensi hasil 2,50 t/ha dan agak tahan rebah, 5). Varietas Rajabasa dengan potensi hasil 3,90 t/ha, tahan rebah, dan adaptif pada lahan kering masam. D. Varietas Unggul Toleran/tahan Terhadap Serangan Hama dan Penyakit : 1) Gepak Ijo tahan terhadap serangan ulat grayak, Aphis sp, dan penggulung daun, dan Phaedonia sp, 2) Gepak Kuning agak tahan terhadap ulat grayak, Aphis sp, penggulung daun, dan Phaedonia sp, 3) Detam-2 agak tahan terhadap pengisap polong, 4) Detam-1 agak tahan terhadap pengisap polong, 5) Argopuro agak tahan terhadap lalat kacang, pengisap polong, ulat grayak, 6) Rajabasa tahan terhadap penyakit karat daun, 7) Ratai agak tahan terhadap penyakit karat daun, 7) Panderman agak tahan terhadap ulat grayak, 8) Ijen agak tahan terhadap ulat grayak, 9) Anjasmoro moderat terhadap karat daun, 10) Mahameru moderat terhadap karat daun, 11) Nanti tahan terhadap penyakit karat, 12)Tanggamus moderat terhadap penyakit karat daun, 13) Kaba agak tahan terhadap karat daun, 14) Sinabung agak tahan terhadap penyakit karat daun, 15) Burangrang toleran terhadap penyakit karat daun, 16) Argomulyo teleran terhadap penyakit karat daun, 17) Pangrango tahan terhadap karat daun. Dari Berbagai Sumber Ditulis Kembali Oleh SULTAN.,S.ST (KJF Dinas TPHP Prov. SULBAR)