Pemilihan varietas yang akan ditanam tergantung tujuan. Ubi kayu dengan rasa enak (tidak pahit, HCN ≤40 mg/kg umbi segar) dan tekstur daging umbi lembut sangat sesuai untuk pangan konsumsi langsung maupun olahan. Umbi dengan kandungan HCN tinggi dapat menyebabkan keracunan bagi manusia maupun hewan, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi langsung. Untuk industri pangan yang berbasis tepung atau pati ubi kayu, sebaiknya memilih ubi kayu dengan daging umbi putih, kadar bahan kering dan pati tinggi. Untuk keperluan industri tepung tapioka dan pati, umbi dengan kadar HCN tinggi tidak menjadi masalah karena akan hilang selama proses pengolahan. Varietas lokal seperti Ketan dan Mentega, serta varietas unggul Adira-1 dan Malang-2 mempunyai rasa enak. Varietas dengan produktivitas dan kadar pati tinggi (HCN ≥50 mg/kg umbi segar, rasa pahit) seperti UJ-5, UJ-3, Adira-4, Malang-4, dan Malang-6 sesuai untuk bahan baku industri tepung dan pati. Sejak 1978 hingga 2015, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian telah melepas 11 varietas unggul. Dari 11 varietas yang dilepas, 4 varietas sesuai untuk pangan dan 7 varietas sesuai untuk industri. Varietas unggul Ubi Kayu yang sesuai untuk pangan, Sumber: Balitkabi (2015) Adira-1. Tahun dilepas 1978; umur panen 7-10 bulan; hasil rata-rata 22 (t/ha); kadar HCN 27,5 (mg/kg); rendeman tepung 45%. Karakter lain: Tidak pahit, daging umbi kuning, tahan hama tungau merah, adaptif pop tinggi (15.000 tan/ha) atau jarak tanam 1,2 m x60 cm. Malang-1. Tahun dilepas 1992; umur panen 9–10 bulan; hasil rata-rata 36 (t/ha); kadar HCN Malang-2. Tahun dilepas 1992; umur panen 8–10 bulan; hasil rata-rata 31 (t/ha); kadar HCN Darul Hidayah. Tahun dilepas 1998; umur panen 8–12 bulan; hasil rata-rata 100 (t/ha); kadar HCN Varietas UJ-3, UJ-5, dan Litbang UK-2 dapat dipanen pada umur 7 bulan. Ketiga varietas tersebut banyak berkembang di Lampung yang umumnya menanam ubi kayu dua kali setahun. Perkembangan umbi ketiga varietas tersebut sangat cepat, bobot umbi pada umur 7 bulan mencapai 70% dari bobot umbi pada umur 9–10 bulan. Varietas UJ-5 juga banyak ditanam di Jawa Tengah. Varietas Adira-4 dan Malang-4 banyak ditanam di Jawa Timur. Di Banjarnegara (Jawa Tengah) berkembang varietas unggul lokal seperti Armini, Lanting, dan Darma (Gambar 8). Varietas lokal Cecek Ijo dan Sembung banyak ditanam di Malang Selatan. Dengan pengelolaan yang baik, produktivitas varietas unggul seperti Malang-4, Malang-6, Adira-4, dan UJ-5 dapat mencapai 57 t/ha hingga 60 t/ha. Varietas unggul merupakan komponen budi daya utama untuk meningkatkan produktivitas ubi kayu, dan umumnya mudah diadopsi petani. Varietas unggul Ubi Kayu yang sesuai untuk Industri, Sumber: Balitkabi (2015) Adira-2. Tahun dilepas 1978.; umur panen 8–12. bulan; hasil rata-rata 22. (t/ha); kadar HCN 124 . (mg/kg); rendeman tepung 41.%. Karakter lain: Pahit, daging umbi putih, tahan hama tungau merah dan penyakit leles.. Adira-4. Tahun dilepas 1978; umur panen 10 bulan; hasil rata-rata 35 (t/ha); kadar HCN 68 (mg/kg); Kadar pati 18–22 % basis basah; rendeman tepung 39%. Karakter lain: Pahit, daging umbi putih, tahan penyakit leles, konversi ethanol 4,5–4,7 kg umbi kupas/L ethanol. Malang-4. Tahun dilepas 2001; umur panen 9 bulan; hasil rata-rata 40 (t/ha); kadar HCN 100 (mg/kg); Kadar pati 25–32 % basis basah; rendeman tepung .%. Karakter lain: Pahit, daging umbi putih, tahan hama tungau merah dan penyakit leles. Malang-6. Tahun dilepas 2001; umur panen 9 bulan; hasil rata-rata 36 (t/ha); kadar HCN 100 (mg/kg); Kadar pati 25–32. % basis basah; rendeman tepung 43%. Karakter lain: Pahit, daging umbi putih, tahan hama tungau merah, konversi ethanol 4,7–5,1 kg umbi kupas/L ethanol. UJ-3. Tahun dilepas 2000; umur panen 8–10 bulan; hasil rata-rata 27 (t/ha); kadar HCN >100 (mg/kg); Kadar pati 20–27% basis basah; rendeman tepung 41%. Karakter lain: Pahit, daging umbi kekuningan, agak tahan penyakit hawar daun, konversi ethanol 4,9 kg umbi kupas/L ethanol. UJ-5. Tahun dilepas 2000; umur panen 9–10 bulan; hasil rata-rata 31 (t/ha); kadar HCN >100 (mg/kg); Kadar pati 19–30 % basis basah; rendeman tepung 46%. Karakter lain: Pahit, daging umbi putih, tahan penyakit leles, peka hama tungau merah, konversi ethanol 4,5 kg umbi kupas/L ethanol. Litbang UK-2. Tahun dilepas 2012; umur panen 9–10 bulan; hasil rata-rata 42 (t/ha); kadar HCN 31 (mg/kg); Kadar pati 18–31 % basis basah; rendeman tepung 43.%. Karakter lain: Pahit, daging umbi putih, agak tahan hama tungau merah, konversi ethanol 4,3 kg umbi kupas/L ethanol. (Wellyana) Daftar Pustaka: Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi 2016. Pedoman Budi Daya Ubi Kayu di Indonesia, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Jakarta. https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-ubi-kayu