VERTIKULTURA PENYEDIA PANGAN. Pemerintah Indonesia memalui Direktorat Jendral Tanaman Hortikultura mencanagkan Program Gerakan Perempuan dalam rangka Optimalisasi Pekarangan (GPOP) sebagai dasar pelaksanaan ini adalah Peraturan Presiden no.22 tahun 2009, tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal sehingga dalam implementasinya yaitu Pemberdayaan Kelompok wanita melalui Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan. Bahwa kita ketahui Pekarangan sampai saat ini masih banyak yang belum dimanfaatkan secara oftimal untuk dikelola sehingga pekarangan dapat memberikan nilai ekonomis dan sosial bagi keluarga. Bahan pangan yang sebetulnya dapat dihasilkan dari pekarangan dengan cara menanam kebutuhan keluarga berupa sayuran berbentuk daun dan buah dengan demikian dapat mengurangi pengeluaran keluarga. Dan pekarangan juga dioftimalkan karena pada saaat ini Ketika lahan pertanian sudah banyak beralih fungsi menjadi bangunan dan semakin berkurang lahan pertanian untuk tetap agar pangan tersedia minimal untuk kebutuhan pangan keluarga maka solusinya harus dapat memanfaatkan pekarangan dengan melaksanakan bercocok tanam sayuran salah satunya dengan menggunakan metoda Vertikultura dimana metode ini sangat sederhana , mudah dilakukan daapat dilakukan oleh siapapun, karena dengan menggunakan metode vertikultur dapat menghasilkan bagi kebutuhan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sayuran untuk rumah tangganya sendiri. Bercocok tanam dengan menggunakan metoda vertikultura adalah system budidaya pertanian yang dilakukan secara vertical atau bertingkat, Vertikutura berasal dari kata vertikal dan culture. Maka vertikultura dapat diartikan sebagai sistem budidaya secara vertikal, baik dilakukan di ruangan ataupun diluar ruangan. Vertikultura merupakan pilihan untuk mengatasi keterbatasan lahan yang tersedia karena lahan beralih fungsi menjadi bangunan. Metode bertani secara vertikultura untuk mengatasi pangan, dalam rangka memanfaatkan perkarangan. Dengan demikian metoda ini juga dapat menciptakan seni dari cara bercocok tanam dari segi keindahan karena vertikultura dapat di design dalam ragam instalasi yang dapat menciptakan nilai tambah secara estetika, disamping itu vertikultura juga dapat menciptakan tanaman hijau yang sangat produktif di perkarangan dimana merupakan tempat tinggal keluarga. Kelebihan dari teknik vertikultura selain ditanam pada lahan yang terbatas, sistem ini dapat digunakan untuk meningkatkan produktifitas tanaman. Pada umumnya apabila kita menanam tanaman pada lahan 1 meter hanya dapat ditanami sebanyak 4 sampai 6 batang tanaman, namun bila kita mengunakan sistem vertikultura dengan lahan yang luasnya sama 1 meter dapat menanam sebanyak 20 tanaman. Bercocok tanam secara vertikultura dapat membantu keluarga dalam menangani kebutuhan sayuran sehari – hari sehingga hal tersebut dapat menghemat pengeluaran untuk membeli kebutuhan sayuran setiap hari. Apabila penerapan system vertikurtura dilaksanakan dengan baik atau serius hal ini dapat mengurangi pengeluaran sehari – hari yang biasanya untuk membeli kebutuhan belanja sayuran dapat dialihkan penggunaanya untuk kebutuhan lain bagi keluarga dan dapat juga merupakan pendapatan keluarga dari hasil penjualan tanaman tersebut Ada tiga kelompok utama tanaman yang dapat kita budidayakan dengan metode vertikultura yaitu tanaman sayuran, tanaman bumbu dapur terutama empon – empon, tanaman obat untuk keluarga yang popular disebut toga. Tanaman sayuran dapat dibedakan dalam beberapa kategori sebagai berikut. Sayuran daun , semua jenis sayuran hijau seprti bayam, kangkong, caisin, pakcoy, sawi putih, kubis, kalian, selada, bawang daun, seledri, kemangi, dll. Sayuran bunga, kembang kol dan brokoli Sayuran buah, cabe, tomat, terong, paprika, pare, mentimun, dll. Sayuran polong, kacang Panjang, kapri, buncis, okra, dll. Sayuran umbi, bawang, wortel, lobak, kentang, dll. Tanaman bumbu dapur atau empon – empon merupakan sebutan untuk sekelompok tanaman yang berumbi rimpang yang sangat banyak jenisnya seperti jahe, kunyit, lengkuas, kencur, temu kunci, temu lawak, dll. Tanaman obat keluarga merupakan kelompok tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat bagi keluarga. Seperti lidah buaya, daun dewa, sambung nyowo, kumis kucing, rosela, jeruk nipis, selasih, kenikir , tapak dara, dll. Materi Cyber, tanggal , 6 Nopeember 2019 Oleh, M Ali Nurdin