Loading...

Wabup Eusabius Hadiri Pengukuhan Kelompok Tani

Wabup Eusabius Hadiri Pengukuhan Kelompok Tani
Bertempat di rumah kelompok tani Ama Apafa, Desa Humusu Oekolo, Kecamatan Insana Utara, Jumat, 4 Juni 2021, Wakil Bupati TTU Drs. Eusabius Binsasi menghadiri momen pengukuhan kelompok tani sebanyak 28 poktan, yang berasal dari 3 kecamatan yakni kecamatan Insana Utara, Kecamatan Biboki Moenleu dan Kecamatan Naibenu. Acara pengukuhan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTU Gregorius M.Ratrigis, SP ditandai dengan penguntingan pita sebagai tanda pengresmian rumah kelompok tani Ama Apafa oleh Wakil Bupati TTU Drs. Eusabius Binsasi. Kelompok Tani sebagai mitra penyuluh pertanian dalam proses pembinaan dan pendampingan menuju pemberdayaan poktan maka salah satu point penilaian kelas kemampuan poktan yang ditandai dengan pengukuhan poktan sebagai bukti bahwa ada kepastian keberadaan poktan ditengah wilayah kerja penyuluh pertanian. Dukungan Pemerintah Daerah TTU terhadap kerja-kerja penyuluh pertanian memang nyata. Kehadiran Wakil Bupati di Momen Pengukuhan Poktan merupakan dukungan kongkrit atas kerja para penyuluh pertanian. Adapun jumlah kelompok tani yang dikukuhan antara lain: 17 Kelompok Tani Dewasa, 9 Kelompok Wanita Tani (KWT) dan 2 Kelompok Taruna Tani, yang tersebar di tiga kecamatam yakni, 1. Kecamatan insana utara terdapat 18 kelompok tani meliputi 3 desa yakni Desa Humusu Wini,Desa Oekolo dan Desa oesoko yang di dampingi oleh 3 Orang penyuluh ( Dionisia M Taena ,SP ,Tehodorus Teme, Vinsensius Teme dan Yakundus Sali ,SP sebagai koordinator PPL kecamatan Insana utara. Sedangkan kecamatan Biboki Moenleu terdapat 10 kelompok tani yang dikukuhkan dan tersebar di 4 desa dengan jumlah penyuluh 5 orang yakni Petrus Lunai,SP selaku koordinator ,dan 4 orang penyuluh yakni Albertus Bedu,Amd,Agustinus Akoit,Zaverius Binsasi,dan Johanes Ngera ,SPTumbuh dan berkembanya kelompok tani berkat peran penyuluh pertanian di lapangan sebagia faslitator ,dinamisator dan motifator untuk mendorong perubahan pengetahuan ,keterampilan dan sikap petani agar mampu memanfatkan SDA untuk mendorong peningkatan produksi pertanian demi kebutuhan hidup yang layak dan mampu berdaya saing. . Dalam sambutannya Wakil Bupati TTU menyampaikan bahwa dengan dikukuhkannya ke-28 kelompok tani ini para pengurus dan anggotanya mendapatkan tambahan kekuatan, semangat dan energi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Didasarkan pada filosofi bahwa pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial, yang tidak dapat hidup seorang diri tanpa bantuan orang lain. “no man is an Island" (tidak seorangpun dapat hidup seorang diri disebuah pulau)” Dalam Konteks kelompok tani diharapkan anggota kelompok tani ini saling menolong dan mendukung serta saling menghargai. Keberadaan kelompok tani ini akan sangat bermanfaat jika nilai-nilai sosial tersebut diterapkan. Persaingan yang tidak sehat dalam kelompok harus dihindarkan, namun berbagi ilmu dan informasi yang positiflah yang harus ditumbuhkan. Kenyataan menunjukkan bahwa terdapat kelompok tani yang keberadaannya justru kontra produktif, karena tidak adanya keterbukaan antar anggota kelompok. Hal ini tentu menimbulkan berbagai masalah sehingga cita-cita yang diharapkan pada awal mulanya kelompok tani berdiri tidak tercapai.Pada umumnya pembentukkan kelompok tani didasari oleh motivasi keliru yaitu hanya untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Motivasi seperti ini membuat kelompok tani tidak berkembang bahkan dapat bubar ditengah jalan. Padahal kelompok tani memiliki tujuan yang lebih mulia sebagaimana terpampang pada visi dan misi kelompok tani yang dikukuhkan yakni menuju petani sejahtera dan bermartabat. Bermartabat artinya petani dapat menikmati hasil dari kerjanya sendiri, bukan semata-mata menunggu bantuan pemerintah. Oleh karenanya Wakil Bupati Eusabius menekankan beberapa hal yakni : Pertama, anggota kelompok tani perlu memurnikan motivasi pembentukan kelompok. Kedua, kelompok tani harus merumuskan program kerja yang jelas dan dapat diukur. Ketiga, anggota kelompoknya harus saling percaya dan jujur, dan Keempat, kelompok tani perlu mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan oleh para penyuluh pertanian, sehingga para petani dapat menerapkan teknologi pertanian secara baik dan benar, pungkas Wabup Eusabius. Penulis : YAKUNDUS SALI, SP / KOORDINATOR PPL KEC,INSANA UTARA - TTU Editor : Bebe Riantobi / Koordinator PPL Kecamatan Kelubagolit-Flores Timur