Loading...

Wanita Tani Mahang Matang Landung Lirik Pertanian Organik

Wanita Tani Mahang Matang Landung  Lirik Pertanian Organik
Usaha pertanian kini tidak lagi hanya di lakukan oleh laki-laki saja, saat ini para wanita juga sudah berani tampil untuk mendukung kemajuan pertanian. Sebenarnya peranan wanita sudah terjadi sejak dulu, namun keberadaannya sering kali hanya sebagai tenaga kerja. Dalam upaya untuk meningkatkan peranan wanita, sangat diperlukan danya pendampingan dari pemerintah terutama yang bersentuhan langsung dengan para wanta tani. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pandawan melalui penyuluhnya melaksanakan penyuluhan Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Pertanian kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Mahang Matang Landung, Jum’at (15/3/2019). Kegiatan ini diisi dengan dua macam pelatihan, yaitu Pembuatan Pupuk Kompos yang diikuti oleh KWT Teratai dan Pembuatan Petisida Nabati diikuti oleh KWT Melati. Dalam kesempatan itu bersama-sama mencoba membuat 100 Kg Pupuk Kompos dengan komposisi Kotoran Sapi 60 kg, Sekam 30 kg, Bekatul 10 kg, EM4 100 ml, Gula 100 g, dan Air 5 liter. Sedangkan untuk Pestisida Nabati kami membuat Insektisida Larutan Daun Sirsak dengan komposisi Daun Sirsak 100 lembar, Bawang Putih 100 gram, Deterjen 15 gram, dan Air 5 liter,” papar penyuluh yang baru 2 bulan membina desa tersebut. Petugas Pengamat Hama Penyakit (PHP) Kec. Pandawan Sri Sumiati SP menambahkan, bahwa kegiatan ini sangat positif dan kiranya perlu ditingkatkan pengenalan terhadap bahan-bahan organik yang dapat dimanfaatkan di bidang pertanian. “Pemanfaatan bahan-bahan organik dapat mendukung usaha dalam menekan tingkat resistensi atau kekebalan hama penyakit terhadap bahan kimia,” ujarnya. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan dirasakan sangat sesuai dengan kebutuhan ibu-ibu, hal ini berkaitan dengan kepedulian mereka terhadap hasil pertanian mereka yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. Terbukti dari tingkat kehadiran peserta yang cukup tinggi, dari KWT Teratai dihadiri 30 orang anggota dan KWT Melati dihadiri 35 orang angota. Ketua KWT Teratai, Waginah saat ditemui menyampaikan ketertarikannya untuk menerapkan ilmu ini, Meskipun baru dan belum berpengalaman, dia optimis dapat melakukannya. Menurutnya, apapun nanti hasilnya ilmu baru itu harus dicoba. Bila terjadi kegagalan maka nanti dapat akan dicari pemecahannya sampai akhirnya dapat berhasil. Edi Suprahwono Penyuluh Desa Kayu Rabah