Loading...

Warga Antusias Membentuk Poktan Di Tengah Pandemi Covid

Warga Antusias Membentuk Poktan Di Tengah Pandemi Covid
Sebagai upaya peningkatan ekonomi dan kemandirian pangan di tengah pandemi COVID-19, warga di RT 6 Kelurahan Tanjung Harapan , Nunukan Selatan membentuk pengurus kelompok tani, Rabu 14 /07/2021. Pembentukan kelompok tani yang dinamakan Semengkadu Jaya terdiri dari bapak dan ibu tani , ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada warga agar dapat memanfaatkan lahan dan pekarangan rumah untuk digunakan kegiatan bercocok tanam. Menurut Bpk Tolip sebagai Ketua, warga di sini sangat antusias ingin membentuk kelompok karena pembentukan kelompok tani ini bertujuan untuk mengajak warga agar dapat mandiri dan terjalin kebersamaan sesama warga. Di samping itu dengan secara bersama dan serentak warga dapat memanfaatkan lahan pekarangan agar ditanami sayur mayur , buah buahan ataupun toga seperti jahe untuk dapat dinikmati secara mandiri, lahan di sekitar rumah kami masih sangat luas. Saat ini selain ada sayur-sayuran yang dibudidayakan ada juga yang budidaya jahe dan berhasil, jahe ini sangat baik untuk menjaga imun tubuh ujar bapak Tolip. “Kami mengajak warga Semengkadu Kelurahan tanjung Harapan melalui kelompk tani agar aktif memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk ditanami sayur mayur dan buah dan toga. Selain menambah kekompakan dan kebersamaan warga, hasil dari tanaman sayur mayur dan buah buahan nantinya dapat dinikmati secara mandiri dan secara tidak lansung dapat meningkatkan perekonomian warga, lanju bapak Tolip. Pekarangan yang luas dan struktur geografis wilayah Semengkadu sebenarnya sangat mendukung untuk dimanfaatkan sebagai daerah pertanian, dan sangat disayangkan apabila tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Warga sangat mendukung pemanfaatan lahan untuk ditanami sayur dan buah-buahan, struktur tanah disini sebenarnya mendukung untuk dilakukan itu, karena itu kami mengajak warga mari manfaatkan lahan pekarangan untuk kesejahteraan bersama Memang diakui pelaku tani di tengah pandemi Covid-19 bertambah. Mereka yang beralih ke pertanian adalah pekerja swasta dan ibu rumah tangga. Agar pertanian tetap dilirik pasca pandemi, kita mengharapkan agar petani membuat kelompok tani agar bisa terbantu program dari pusat. Program bantuan pertanian dari pusat adalah menyasar kelompok atau bukan per orangan. Jelas Penyuluh yang memfasilitasi pembentukan kelompok, pembentukan kelompok tani ini harus terdaftar di Pusat Sistem Penyuluhan (Simluh) Kementerian Pertanian. Nantinya dalam membentuk kelompok ini disertai dengan bentuk program yang dibuat. Kemudian akan masuk ke dinas terkait di daerah, provinsi, pemerintah pusat. Selama ini bantuan tersebut ada beragam komoditi yang disesuaikan dengan potensi daerah. Seperti pengembangan tanaman cabai, bawang merah,hingga pengembangan tanaman sayur. Kedepan Kelompok tani yang telah dibentuk ini tidak hanya menyasar kegiatan pemanfaatan pekarangan rumah untuk penanaman sayur mayur, namun akan diisi kegiatan pertemuan rutin, arisan dan edukasi sosialisasi dalam penerapan protokol kesehatan warga. Penulis : Haves Hasad