Waryudin merupakan Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Jaya Alam Lestari. Lembaga yang dipimpinnya inilah yang dianugerahi penghargaan dari Presiden RI sebagai P4S berprestasi tingkat nasional klasifikasi pemula. Rencananya anugerah itu akan diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada upacara HUT RI pada 17 Agustus 2013. Selain itu prestasi yang di raihnya antara lain Juara I Penyuluh Pertanian Swadaya Tingkat Kabupaten Bandung dan juara Harapan I Penyuluh Pertanian Swadaya Tingkat Provinsi Jawa Barat. Waryudin (38), petani asal Jln. PPTK Gambung Pangkalan, RT 02/RW 12, Desa Cisondari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Meski hanya lulusan SD, ia menjadi guru bagi petani lainnya. Berbondong-bondong petani yang mendatanginya untuk belajar cara mengolah lahan pertanian organik, termasuk mereka yang jebolan sekolah tinggi. Tak tanggung-tanggung, para petani yang menimba ilmu darinya datang dari berbagai daerah. Seperti Papua, Bangka Belitung, Semarang, dan Lampung. Mereka mengikuti pelatihan selama satu minggu atau sekadar studi banding selama dua hari. Ia sama sekali tidak menyangka P4S yang dipimpinnya bakal mempertemukannya dengan orang nomor satu di negeri ini. Bagi Waryudin berbagi ilmu tidak akan mengurangi rezeki karena bakal muncul kompetitor baru. Sebaliknya ia merasa bahagia karena bisa babarengan mengangkat derajat hidup sesama petani. Ia paham betul bagaimana beratnya kehidupan seorang petani, karena memang terlahir dari keluarga petani yang tinggal di pelosok desa. Karena itu pula ia hanya mengeyam pendidikan sampai sekolah dasar. "Bukan tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan sekolah ke SMP, tapi ketika itu satu-satunya SMP jaraknya sekitar 10 kilometer. Untuk sampai ke sekolah tidak bisa menggunakan kendaraan, tapi harus menelusuri jalan setapak," ujarnya mengenang masa lalunya. Tahun 1990-an di kampung tempatnya tinggal belum ada jalan yang bisa dilalui kendaraan, baik roda empat maupun roda dua. Sekolah paling dekat hanya SMPN Pasirjambu. "Saya memilih tidak melanjutkan sekolah karena kasihan sama orangtua. Kalau bubaran sekolah pukul 11.00 WIB, maka sampai di rumah sekitar pukul 20.00 WIB. Sudah harus menyusuri jalan setapak, tidak ada lampu penerangan pula. Orangtua terpaksa harus membawa obor," katanya. Namun itu sepenggal cerita masa lalunya. Sejak memutuskan tidak melanjutkan sekolah, Waryudin muda memilih jadi petani. Perjalanan hidupnya semakin menambah keilmuannya di bidang pertanian. Keinginannya untuk menghasilkan pertanian sayuran organik mulai dirintis tahun 2000. "Tidak mudah memulihkan lahan pertanian dari kandungan zat kimia. Membutuhkan waktu tiga tahun sampai lahan pertanian yang saya garap steril dari zat kimia,". Bersama 187 anggota kelompok tani Jaya Alam Lestari yang dibentuknya, lahan pertanian sayuran disulapnya menjadi lahan yang ramah lingkungan alias organik. Tiap hari mereka mampu memetik hasil panen sekitar 500 kilogram sampai 1 ton. Jenis sayuran yang ditanam oleh kelompoknya terdiri atas 40 jenis sayuran, antara lain sawi, wortel, buncis dll. "Hasil produksinya kebanyakan dipasarkan ke swalayan di Bandung dan Jakarta," yang kini mengelola 4 hektare lahan sayuran milik sendiri. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3), Ir. Dadang Hermawan mengatakan, pemberian penghargaan P4S berprestasi tingkat nasional tahun 2013, merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah atas kepedulian dan keikutsertaan mereka dalam mengembangkan usaha tani di sekitar P4S. Yaitu melalui pengembangan pelatihan permagangan dan konsultasi secara swadaya. "Sejak dibentuk tahun 2008 P4S Alam Lestari mendapat dukungan Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.IP berupa permodalan melalui APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp 100 juta dari BKP3 Kabupaten Bandung. Juga bantuan dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Bandung dan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bandung. P4S terpilih sebagai P4S pemula berprestasi tingkat nasional dilihat dari sisi pengadministrasian yang bagus, banyaknya pelatihan yang diberikan, serta bobot materi dalam setiap penyampaian pelatihan dan magang. Penulis : Danny Hardyana, S.Pt (Admin Kabupaten Bandung)