Loading...

Workshop (refreshing) PUAP 2014 Kab. Ponorogo

Workshop (refreshing) PUAP 2014 Kab. Ponorogo
Ponorogo - Di Hotel Sentrum Kab. Ponorogo telah diadakan "workshop" atau "lokakarya" . Kegiatan ini dibuka oleh Ir. MULYO WIDODO,MMA. Sebagai Kepala Badan Pelaksana penyuluhan Kab Ponorogo dan diikuti oleh Kepala BPK dan Penyuluh Pendamping dan PMT. Menurut definisinya, "workshop" atau "refreshing bisa diartikan sebagai berkumpulnya para pakar untuk membicarakan suatu permasalahan dan outputnya adalah solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan program PUAP terutama pendampingan kepada Gapoktan PUAP. " Sedangkan masalah yang paling mendasar adalah kemacetan untuk itu segera diselesaikan" , Pesan Kepala Dinas pertanian yang disampaikan oleh Kepala Bapeluh. Dalam sambutannya Kepala Bapeluh Ir. Mulyo Widodo,MMA . Ada di salah satu gapoktan issunya ada tunggakan yang cukup besar 125 jt ternyata dikonfirmasikan dengan pendamping /PPL ternyata hanya 40 juta. Bahkan issu tersebut sudah sampai DPR Pusat Komisi IV. Mudah-mudahan segera bisa diselesaikan setelah acara Wokshop PUAP ini. Selanjutnya yang melatar belakangi kegiatan PUAP adalah permasalahan kemiskinan ,lemahnya akses modal,lemahnya usaha produktif ,pendamping tersedia PP dan PMT. Jadi lemahnya akses modal menimbulkan kemiskinan,padahal akses modal sudah disediakan melalui program KKPE dari Bank BRI. Yang Akses KKPE sampai akhir tahun 2013 sudah tersalur 29 Milyar hanya 3 kecamatan yang tidak akses, Ka Bapeluh tidak menyebutkan 3 Kecamatan Mana? Namun sebaiknya dicarikan jalan keluar agar ke 3 Kecamatan tersebut bisa akses. Lemahnya usaha produktif ini kelompok / Gapoktan belum tersentuh teknologi untuk iyu mari kita mencari usaha yang betul-betul bisa meningkatkan kesejahteraan warga desa dengan menggunakan muatan local yang betu-betul dimanfaatkan dengan pendampingan PP dan PMT yang ditugasi untuk membimbing Gapoktan PUAP sampai berhasil. Dari Pihak yang diwakili oleh Koordinator PMT,Danang, bahwa Gapoktan PUAP nantinya diarahkan ke LKMA ( Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis ). Langkah untuk Rekomendasi Kriteria Gapoktan LKM-A LKMA sesuaiHasil Rakor Monitoring dan Workshop Penumbuhan LKM-A. Dalam Gapoktan Program PUAP Jatim ,di Hotel Pelangi 29-30 Agustus 2012 Malang. Dalam kegiatan Workshop PUAP ini yang di bahas antara lain : Permasalahan di bidang Organisasi,Bidang Permodalan,Bidang Pengelolaan Dana. Dan Upaya Pemecahan masalah di bidang Organisasi,Bidang Permodalan,Bidang Pengelolaan Dana. Dari uraian diatas yang sering terjadi adalah di bidang pemupukan permodalan yang belum bisa dilaksanakan secara rutin antara lain : Simpanan Pokok ,Simpanan Wajib ,Simpanan Suka Rela / Tabungan Anggota. Sedangkan langkah-langkah yang harus diambil agar Gapoktan PUAP-LKMA Mendatang perlu : Klasifikasi Gapoktan dengan indikator yang riil untuk memudahkan pengelompokan Gapoktan .Contoh: Gapoktan klas A, B dan C 1. Total asset Gapoktan diatas Rp.200 juta 2. Rasio kemacetan pinjaman yang kecil 3. Punya SDM yang mampu 4. Punya komputer/laptop mampu untuk pengadakan komputer 5. RAT dengan verifikasi keuangan riil ?admin_ponorogo/ joesoef soegiarto,SP/ Email : bpk.babadan@yahoo.com