Loading...

Workshop Rantai Nilai

Workshop Rantai Nilai
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN Kabupaten Wajo telah melaksanakan Workshop Validasi Ranti Nilai program Ingrated Participatory Deplopment and Manajement off Irigation Project (IPDMIP) tahun 2020 yang berlangsung selama 2 (dua) hari yaitu tanggal 25 - 26 November 2020 bertempat di Hotel Eka Sengkang. Dalam acara pembukaan yang diawali dengan menayinyikan lagu indonesia raya dipimpin oleh Sulfianita, SP (Staf lapangan IPDMIP DI Lompo Labojo) dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh H. Makmur, SP (Penyuluh Pertanaian desa Tadangpalie Kecamatan Sabbangparu) Menurut Heridal Azizs, SP selaku ketua panitia melaporkan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh 30 orang peserta yang terdidi dari unsur petani/kelompoktani, pengusaha penggilingan, staf lapangan IPDMIP, penyuluh pertanian pendamping, koordinator penyuluh pertanian kecamatan wilayah daerah irigasi (DI), dan kelompok fungsional kabupaten, serta perwakilan OPD terkait (Bappelitbanda, PU pengairan, Perindustian perdagangan koperasi dan UMKM). Selanjutnya di katakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda yang telah beberapa kali tertunda akibat pandemi copid 19 dan baru dapat terlaksanan di penghujung tahun. Arahan yang disampaikan Ibu sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang membukan acara secara resmi mewakili kepala menyapaikan bahwa Ingrated Participatory Deplopment and Manajement off Irigation Project (IPDMIP) merupakan pergram nasional yang dilaksanakan di provinsi Sulawesi selatan pada 5 (lima) Kabupaten yaitu Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap dan Pinrang. Selanjutnya workshop validasi rantai nilai ini diisi dengan pemaparan presentase hasil pemetaan awal rantai nilai yang telah dilaksanakan sebelumnya pada 9 (sembilan) daerah irigasi yang berada pada 5 kecamatan dalam wilayah kabupaten Wajo yang dihantarkan oleh bapak Ir Bustamin selaku ketua Tim Rantai Nilai Kabupaten Wajo. Dalam kegiatan pemetaan awal rantai nilai telah diperoleh data dan disipulkan bahwa jalur distribusi hasil produksi pertanian (padi) melalui saluran distribusi yang cukup panjang yaitu dari petani ke pengepul/pengumpul/tengkulak lalu ke pedagang baru masuk ke penggilingan selanjutnya dari penggilangan beras ke Bolog dan/atau ke padagang pengecer beras baru sampai ke tangan konsumen Konsultan regional sulawesi selatan dalam mengantar diskusi menyampaikan bahwa tujuan rantai nilai adalah untuk mencari formula pendistribusian hasil produksi petani khusunya padi yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi petani atau kelompoktani dengan tidak mengorbankan pelaku-pelaku bisnis yang telah terbangun pada setiap wilayah daerah irigasi (DI). Dalam workshop ini juga dilakukan diskusi kelompok. Hasil diskusi kelompok ini akan menjadi data yang akan di analisi untuk mendapatkan kesimpulan. Sesungguhnya jika dicermati sudah terdapat sinyal bahwa jalur distribusi hasil pertanian untuk komoditi padi itu dapat di pangkas atau di perpendek yakni dengan melakukan kemitraan antara petani/kelompoktani dengan pengusaha penggilingan. Hai ini diungkapkan oleh salah seorang peserta dari kecamatan belawa sekaligus pengusaha penggiling di desa wele. Waorkshop ini diakhiri oleh konsultan regional 6 Wajo mengharapkan Tim Rantai Nilai Kabupaten Wajo dapat melakukan analisi data sesuai kaidah sehingga menghasilkan kesimpulan yang dapat menjadi rujukan kepada pemerintah dalam pengambilan kebijakan pembanguan pertanian khususnya dalam wilaya daerah irigasi dan pada umumnya bagi kabupaten Wajo. Penulis : Abdul Malik (Kelompok Fungsional PP Kabupaten Wajo) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan